Maksimalkan Peran Keluarga, RSJSH adakan Family Group Discussion

Keluarga memegang peranan penting dalam menjaga dan membantu proses pemulihan bagi orang yang mengalami gangguan jiwa/psikososial (ODGJ). Kepedulian keluarga  atau kerabat dekat berupa rawatan dan dukungan (terhadap kesehatan jiwa) tentu akan sangat berpengaruh mempercepat proses pemulihan orang dengan disabilitas psikososial/ODGJ.

Untuk menunjang peran keluarga dalam proses penyembuhan ODGJ tersebut, tentunya memerlukan pengetahuan agar peran dan fungsi mereka menjadi optimal dalam proses pemulihan ODGJ

Menjembatani hal itu, Kamis 28 Juli 2022 Instalasi Rawat Inap RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta mengadakan Family Group Discussion dengan mengundang para anggota keluarga ODGJ yang sedang di rawat inap. Di sinilah peran psikoedukasi bagi keluarga agar keluarga memiliki pengetahuan untuk menghadapi anggota keluarganya yang mengalami masalah psikososial. Psikoedukasi keluarga sejatinya merupakan bagian dari terapi psikososial, tujuanya adalah agar keluarga memiliki pengetahuan tentang gangguan mental kemudian harapanya dapat menurunkan angka kekambuhan dari ODGJ.

Acara di buka oleh panitia kemudian di lanjut dengan pemaparan materi oleh dua narasumber yaitu dr. Salikur Kartono, Sp.KJ dengan materi Gejala dan Penyebab Skizofrenia dan Ns. Cepi Jakpar Sidik, S.Kep dengan materi Perawatan ODGJ di rumah pasca rawat inap. Setelah penyampaian materi oleh kedua narasuber, peserta diberikan waktu untuk bertanya kepada narasumber terkait materi- materi tersebut.

Kemudian setelah pemaparan materi selesai, panitia kegiatan membagi peserta menjadi tiga kelompok setiap kelompok didampingi oleh perawat. Di sesi ini keluarga bisa saling sharing pengalaman atau permasalahan yang terjadi saat merawat anggota keluarganya yang terkena gangguan jiwa setelah  pulang rawat inap dari rumah sakit. Ketika ada peserta yang bertanya peserta yang lainpun boleh menjawabnya.

Di family Grup Diskusi para peserta dilatih untuk berkomunikasi secara terapeutik dalam menjaga kondisi sehat jiwa di keluarganya, keluarga bisa mendapatkan informasi yang benar terkait dengan gangguan jiwa dan pengobatannya, dan keluarga merasa tidak sendirian karena mendapatkan dukungan dari keluarga lain maupun pihak-pihak yang membantu.

Share this Post:

Comments