Pentas Seni Wujudkan Aktualisasi Percaya Diri IBK di Unit Daycare Anak dan Remaja RS Jiwa dr.Soeharto Heerdjan

Individu berkebutuhan khusus merupakan kondisi dimana anak memiliki kelainan atau penyimpangan dari kondisi rata rata anak normal umumnya, baik fisik, mental, emosi danperilaku, selain itu anak juga mengalami kesulitan belajar, menerima informasi, berpikir dan berkomunikasi.

 

Anak sebagai individu berkebutuhan khusus juga memiliki hak untuk mendapat belajar dan berkarya sama dengan anak normal lainnya.  Walaupun IBK memiliki kesulitan pada masa perkembangannya, namun IBK masih mampu melaksanakan fase perkembangannya tersebut dengan waktu, cara dan standar yang berbeda.

Sebagaimana dalam  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 5 (2) tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, yang berbunyi: “Warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional,  mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh   pendidikan khusus.” Dan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 25 tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak.Upaya Kesehatan Anak adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan anak dalam bentuk pencegahan penyakit, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh Pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat.

Merujuk pada Undang-Undang dan peraturantersebut, maka Instalasi kesehatan jiwa anak dan remaja RS Jiwa dr.Soeharto Heerdjan, menyelenggarakan program  pelayanan daycare yang pada prinsipnya adalah meleburkan antara dua kebutuhan IBK anak, yaitu anak mendapatkan hak nya untuk belajar, berkarya dan anak mendapatkan terapi untuk memenuhi kebutuhan berkembangnya dari sisi mental dan psikososial.

 

Program Daycare merupakan  pelayanan harian di Instalasi Kesehatan Jiwa anak dan remaja diberikan pada IBK anak berusia 10 sampai dengan 19 tahun yang mengalami gangguan perkembangan, gangguan dan  kesulitan belajar, ADHD, dan Retardasi Mental dari ringan sampai sedang.

Tujuan program daycare secara umum adalah memberikan stimulus pada anak untuk melakukan kegiatan yang bermakna. Adapun tujuan khususnya adalah meningkatkan kemampuan anak berespon pada instruksi/perintah, melatih kemandirian, melatih hubungan social, melatih berkomunikasi, melatih gerakan keseimbangan dan gerakan koordinasi motoric halus dan kasar, melatih belajar; berhitung, membaca, menulis.

Terapi yang diberikan dalam program daycare ini diantaranya; bina diri, terapi remedial, terapi seni, terapi bermain, terapi musik, terapi spiritual, terapi kelompok dan terapi keluarga. Terapi dilakukan secara berkelompok, akan tetapi penilaian perkembangan tetap dilakukan secara individu.

Program daycare disambut baik oleh orang tua IBK anak yang sedang menjalani terapi individu. Adapun harapan dari para orang tua terhadap anaknya yang mengikuti program terapi day care adalah 41% anaknya mampu mandiri, 35% berperilaku baik dan 24% anaknya menjadi pintar. Harapan orantua ini akan terwujud apabila program terapi daycare dilakukan secara berkesinambungan dan dilaksanakannya home program.

 

konseling dan support yang optimal dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Di penghujung tahun ini yaitu tepatnya pada tanggal 22 Desember 2021 Unit day care Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja menyelenggarakan kegiatan Pentas Seni Individu Berkebutuhan Khusus dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan aktualisasi percaya diri IBK anak. Kegiatan ini juga sebagai apresiasi bagi anak dan orang tua yang sudah aktif secara berkesinambungan menjalankan terapi day care.

Pentas seni ini merupakan acara perdana di unit day care anak dan remaja. Antusias peserta IBK saat latihan maupun pada hari pelaksanaan sangat besar. Salah seorang dari orang tua menceritakan bagaimana si anak sudah menanti nanti hari pelaksanaan pentas seni. Salah seorang orang tua juga mengatakan bahwa dirinya sebenarnya berhalangan untuk hadir, tetapi si anak memaksa ingin hadir. Akhirnya orang tua mengalah dengan menunda keperluannya dan mendahulukan keinginan anaknya untuk menghadiri pentas seni tersebut.

Acara Pentas seni di hadiri oleh 79 peserta daycare anak dan remaja yang didampingi orang tua. Kehadiran IBK anak ini memberikan bukti bahwa anak IBK memiliki minat dan termotivasi mengikuti kegiatan pentas seni tersebut. Adapun isi dalam acara pentas seni tersebut meliputi paduan suara yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu cinta untuk mama, tarian Wonderland of Indonesia, chiken dance, brain gym dan pengumuman kegiatan lomba hari kemerdekaan. Semua peserta day care anak turut serta dalam mengisi acara tersebut.

Selain mengukur minat dan motivasi, kegiatan pentas seni dapat juga untuk menilai kemampuan IBK anak selama acara berlangsung diantaranya; anak tampil dengan penuh percaya diri, terciptanya kerjasama dalam kelompok, anak mampu bertahan mengikuti kegiatan dengan durasi yang panjang yaitu mulai dari jam 08.00 s.d 12.00, anak mampu mengekspresikan diri sesuai dengan situasi dan  anak mampu mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung.

Segenap orang tua, terapis dan tim penyelenggara merasa terharu disaat moment penmampilan terakhir atau penutup acara, dimana pada saat tersebut IBK memberikan setangkai bunga kepada ibunda masing masing dan memeluknya. Inilah akhir dari acara dimana IBK diharapkan mampu menunjukkan bahasa  ekspresi nya kepada ibunda, mama tercinta dalam bentuk pemberian bunga dan pelukan sebagai arti rasa kasih dan sayang yang hadir dalam ikatan ibu dan anak.

Pentas seni merupakan wujud dari rangkaian  terapi dan belajar para IBK yang telah dilatih selama satu semester tahun 2021 ini IBK mampu mencapai tahap perkembangannya walaupun dengan waktu  dan cara yang berbeda dari anak normal pada umumnya. Dan yang pasti IBK telah mendapatkan haknya untuk aktualisasi diri dengan cara yang berbeda.

(oleh Dyah.Agus.T.S.Kep.Ners)

 

Share this Post:

Comments