Edukasi "Peran serta keluarga dan lingkungan untuk mencegah kekambuhan setelah selesai masa perawatan di rumah sakit"

Demi mewujudkan Indonesia yang sehat jiwa dan Indonesia bebas pasung, berbagai upaya dilakukan baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Upaya tersebut bertujuan melawan stigma buruk ODGJ. Bahwa mereka pun bisa bersosialisasi dan diberdayakan layaknya orang normal lainnya. Edukasi mengenai gangguan jiwa dan pemasungan dapat membuka wawasan masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, anggapan buruk ODGJ yang tidak bisa sembuh dan mengganggu orang lain akan tersingkirkan.

RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta (RSJSH) salah satu Rumah Sakit Jiwa yang berada di bawah Kementerian Kesehatan R I berusah menekan  stigma negatif tersebut dengan menerjunkan TIM Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat ( KESWAMAS) untuk memberikan Edukasi ke masyarakat tentang kesehatan jiwa. Walaupun keberadaan RSJSH ada di Ibu Kota Jakarta bukan hanya masyarakat di wilayah Ibukota saja tapi kegiatan edukasi  ini sudah sering dilakukan diwilayah wilayah penyangga Ibukota.

09 Desember 2021, Tim Keswamas melakukan edukasi di wilayah Dinas Kesehatan Provinsi Banten . Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama antara RSJSH dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten tentang Kesehatan Jiwa yang sudah terjalin sejak lama.

Diharapkan dengan adanya edukasi kesehatan jiwa ini, masyarakan lebih menyadari bahwa untuk proses pemulihan ODGJ diperlukan dukungan peran serta keluarga dan lingkungan untuk mencegah kekambuhan setelah selesai masa perawatan di rumah sakit. Hal ini merupakan salah satu implementasi dalam mengurangi stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa.

Share this Post:

Comments