Sambutan Ibu Menteri Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM (K)

PERINGATAN HUT RS JIWA DR. SOEHARTO HEERDJAN KE-150

RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun ke-150 pada Rabu (19/7), dipamerkan berbagai penganan ringan seperti kue kering dan roti yang merupakan hasil karya pasien ODGJ. Direktur Utama RSJ Soeharto Heerdjan Aris Tambing mengatakan rumah sakit tersebut tengah berupaya mengubah stigma masyarakat yang memandang negatif rumah sakit jiwa dan ODGJ.
Aris menjelaskan upaya tersebut dengan menunjukkan bahwa pasien ODGJ masih bisa produktif dengan berbagai keterampilannya. Satu hal mengenai mantan pasien ODGJ yang sudah bisa bekerja secara profesional sebagaimana orang normal ialah petugas kebersihan. Dia meminta kepada perusahaan jasa petugas kebersihan yang bermitra dengan RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan untuk mengangkat 20 persen karyawan dari total keseluruhan karyawan yang bekerja di RSJ tersebut berasal dari mantan pasien ODGJ.


Hingga saat ini, menurut dr. Aris Tambing, MARS, RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan telah mempekerjakan mantan pasiennya sebagai petugas kebersihan. "Awalnya1 perusahaan ragu, tapi saya katakan saya yang bertanggung jawab," kata dia. Dari yang semula meragukan, perusahaan jasa tersebut malah meminta lebih banyak lagi karyawan yang berasal dari mantan pasien ODGJ. "Karena mereka lebih rajin, Jam 06.00 sudah datang. Pulangnya harusnya jam 16.00, tapi mereka ngga pulang, pulangnya maghrib," kisah Aris. Sebelum benar-benar bisa bekerja di dunia nyata secara profesional, RSJ Soeharto Heerdjan membuatkan simulasi pekerjaan terlebih dulu bagi pasien ODGJ. Pengelola RSJ membuatkan mini kafetaria dengan mempekerjakan pasien ODGJ sebagai juru masak, kasir, dan pelayan.


Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM (K) dalam acara peringatan HUT ke-150 RSJ Soeharto Heerdjan mengingatkan bahwa tekanan sosial atau tingkat stress yang tinggi, bisa menyebabkan gangguan kesehatan jiwa. Nila menekankan bahwa kesehatan kejiwaan di dalam keluarga, merupakan satu hal penting yang harus dipenuhi. Menjalin komunikasi yang baik, bersifat terbuka antaranggota keluarga merupakan salah satu upaya untuk membangun keluarga yang sehat jiwa. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengampanyekan kegiatan "Yuk, Curhat" untuk mengantisipasi timbulnya gejala-gejala gangguan kesehatan jiwa seperti stress dan depresi. Berbicara dan bercerita, adalah salah satu hal paling mudah dan murah untuk menurunkan tingkat stress, mencegah depresi, dan tetap menjaga kesehatan jiwa.

Share this Post:

Comments